
Jakarta - Sebanyak 70% wisatawan Indonesia memilih rute kapal pesiar yang berlayar di kawasan Asia saja. Mereka belum berani mencoba rute yang jauh.
Menurut data dari Cruise Line International Association, ada 46.700 orang wisatawan Indonesia yang naik kapal pesiar sepanjang tahun 2017. Jumlah tersebut mengalami kenaikan lebih dari 40% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari 46.700 orang itu, 70%-nya memilih rute kapal pesiar yang berlayar di kawasan Asia. Mereka memilih rute yang singkat-singkat saja. Seperti contohnya, 3-4 hari keliling ASEAN atau Asia.
Rata-rata mereka hanya penasaran ingin mencoba bagaimana rasanya naik kapal pesiar, belum berani yang jauh-jauh atau long haul.
"70% Wisatawan Indonesia memilih rute Asia. Sisanya baru rute yang jauh seperti Alaska dan USA, lalu Eropa dan Mediterania," ungkap Farriek Tawfik, Direktur Asia Tenggara Princess Cruises di Restoran Suasana, Aston at Kuningan Suites, Jl Setiabudi Utara Raya Jakarta, Selasa (7/8/2018).
Wisatawan Indonesia rata-rata menghabiskan 4 hari saja di kapal pesiar, persentasenya mencapai 57%. Sebanyak 30% wisatawan lainnya, memilih 3 hari saja, lebih pendek dari mayoritas. Hanya 13% wisatawan saja yang memilih menghabiskan 7-13 hari berlayar di kapal pesiar.
Farriek pribadi merekomendasikan 7 hari sebagai waktu yang ideal bagi wisatawan untuk menikmati segala fasilitas yang ada di kapal pesiar.
"3 Hari saja itu nggak cukup. Saya personal merekomendasikan 7 hari karena ada banyak fasilitas yang bisa dicoba wisatawan. Kalau cuma 3 hari, nanti kalian akan penasaran karaokenya mana, spa-nya mana, karena belum dicoba semua," tutup Farriek. (wsw/aff)
Sumber by : DETIK.COM
https://travel.detik.com/travel-news